Apa Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros? Simak Penjelasannya, Bun

Setiap orang tentu pernah menghamburkan uang atau boros dalam penggunaan uang, bukan? Mungkin ada segelintir orang yang sejak awal paham akan arti "boros". Memang, sejak kita sekolah dasar sudah diajarkan bahwa boros itu tidak baik. Tapi nyatanya ketika dewasa, sebagian dari kita hidup boros....

Bunda tentu ingat pada pepatah yang mengatakan bahwa apa yang Anda lakukan pada hari ini akan berpengaruh besar pada masa depan. Tapi juga ada sebagian dari kita yang kurang menyadari hal tersebut sehingga terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan masa depannya...

Gaya hidup boros akan berdampak buruk dalam kehidupan kita
Source: Pixabay/gonghuimin468

Begitu pun dengan segala keputusan yang kita ambil hari ini akan menghasilkan pada hari depan. Dengan kata lain, keputusan finansial yang kita terapkan pada diri kita hari ini akan berdampak pada masa depan keuangan kita.

Jadi begini, Bun, setiap keputusan finansial yang kita lakukan setiap hari akan mempengaruhi hasil di kemudian hari: apakah akan membuat kita tak punya apa-apa atau berhasil membangung kekayaan. Untuk itu, Caraibu.com merangkum mengenai dampak negatif dari gaya kehidupan yang boros, Bun.

1. Menghabiskan uang begitu saja tanpa pencatatan

Kebiasaan menghabiskan uang tanpa mencatat di buku catatan keuangan merupakan perilaku yang setidaknya umum dilakukan orang-orang. Padahal hal ini dapat menjadi jebakan besar bagi ktia di kemudian hari jika mengeluarkan uang tanpa ada pelacakan secara jelas.

Mulai sekarang bunda dapat secara aktif melakukan pelacakan pengeluaran harian atau bisa juga menggunakan aplikasi keuangan pribadi. Pasalnya, jika bunda tidak tahu ke mana saja uang tersebut digunakan, maka bunda akan cenderung membelanjakan lebih banyak daripada yang didapatkan.

2. Membelanjakan uang hanya untuk barang-barang yang tidak dibutuhkan

Berbelanja, terutama bagi seorang wanita, adalah hal yang lumrah. Tapi akan menjadi tidak lumrah jika berbelanja secara berlebihan. Contohnya: selalu timbul rasa ingin memiliki barang-barang tertentu setelah melihat tetangga sebelah membelinya...

Padahal barang yang dibeli itu belum tentu digunakan atau dibutuhkan. Sedangkan mungkin tetangga yang membelinya memang membutuhkan barang tersebut. Dengan kata lain, bunda belum bisa melakukan skala prioritas.

Bukankah tidak masuk akal jika bunda menghabiskan uang untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhakan dalam rumah? Jangan sampai gara-gara ingin "menyesuaikan" diri dengan tetangga sebelah membuat bunda jadi kurang rasional ya.

Lebih bijak, menggunakan uang hanya untuk sesuatu yang memang dibutuhkan, Bun.

3. Kebiasaan bergantung pada kartu kredit

Apakah bunda sering kali menggunakan kartu kredit? Atau kadang-kadang saja menggunakannya? Atau bahkan ada yang tidak pernah memiliki kartu kredit? Sebenarnya tidak ada larangan memiliki kartu kredit, tetapi apakah kita sudah bijak menggunakannya?

Orang yang boros tentu akan jauh dari berpikir untuk menyisihkan uang dan ditabung sebagai dana darurat. Saat ini ada banyak orang yang mengandalkan kartu kredit untuk keadaan darurat. Padahal kebiasaan ini justru berujung pada hutang yang melimpah dan bermasalah di kemudian hari.

4. Kebiasaan menarik uang dari rekening pensiun

Jika kita terbiasa hidup boros tentu tidak enak melihat uang menganggur di rekening. Lebih parahnya, jika kebiasaan itu dilakukan pada rekening pensiun. Selain akan dikenakan penalti, masa depan kita juga akan suram dan lebih berisiko.

Bagaimana mungkin masa tua kita bisa hidup tenteram jika uang dalam rekening selalu ditarik? Apalagi jika memang penghasilan masa tua kita memang berasal dari rekening pensiun saja, bisa gelap masa depan kita tentunya. Karena itu, jangan pernah menggampangkan pemakaian keuangan yang sebenarnya ditujukan untuk hari depan kita.

5. Hutang di mana-mana

Orang yang gemar menghabiskan uang tanpa jelas akan selalu merasa kekurangan. Karena gaya hidup boros sudah mengakar dalam diri kita mau tak mau kita harus selalu memenuhinya. Bahkan tak segan-segan kita rela berhutang ke sana kemari demi memenuhi hasrat gaya hidup tersebut.

Jika memang gaya hidup kita yang boros sudah demikian parah, maka tekanlah dan paksakan jangan berhutang. Bila perlu lunasi hutang di satu tempat sebelum mengajukan hutang di tempat lain. Soalnya, saat ini terdapat fasilitas peminjaman hutang online yang sangat mudah tetapi sebenarnya menjerat kita.

Untuk itu, kita seharusnya lebih bijak dalam mengatur keuangan. Tentu bunda tidak mau kehidupan rumah tangga jadi terseok-seok karena kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas atau dibutuhkan. Semoga artikel ini membantu...

0 Response to "Apa Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros? Simak Penjelasannya, Bun"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel